Kamis, 25 Maret 2021

Anjing yang di Jamin Masuk Surga! Qithmir, Anjing Penjaga Ashabul Kahfi!

        

Jika kita sering membaca dan menterjemahkan surah al-kahfi setiap malam jum’at maka kita akan menemukan kisah-kisah yang menarik. Selain menjadi amalan malam jum’at, kita dapat mengambil pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya. Salah satu kisah yang menarik adalah tentang ashabul kahfi atau penghuni gua. Kisah tentang ashabul kahfi dalam al-quran diceritakan dalam surah al-kahfi dari ayat 9-26. Dalam kisah ini menceritakan tentang 7 orang pemuda yang bersembunyi dari raja yang dzalim. Selain 7 pemuda tersebut, diceritakan pula seekor anjing yang menjadi penjaga mereka selama di dalam gua tersebut. Anjing inilah yang dikatakan sebagai satu-satunya anjing yang akan masuk ke dalam surga. Mungkin sebagian tidak percaya jika anjing dapat masuk ke dalam surga, hal ini dikarenakan anjing adalah salah satu hewan yang najis sedangkan surga adalah tempat yang suci.Bagaimanakah kisahnya sehingga anjing ini dapat masuk ke dalam surga?

Kisah Anjing Penjaga Ashabul Kahfi


Kisah tentang ashabul kahfi dan anjingnya dapat kita temukan di Q.S. Al-kahfi ayat 9 dan juga ayat 22 yang artinya:

“Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahwa kisah ‘ashabul kahfi’ (penghuni gua) dan ‘ar-raqiim’ (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan?(QS al-Kahfi: 9)

Nanti (ada orang yang akan) mengatakan (jumlah mereka) tiga (orang), yang keempat adalah anjingnya,” dan (yang lain) mengatakan ,” (Jumlah mereka) lima (orang), yang ke enam adalah anjingnya,” sebagai terkaan terhadap yang gaib; dan (yang lain lagi) mengatakan,” Jumlah mereka (tujuh orang), yang kedelapan adalah anjingnya.” Katakanlah (Muhammad),” Tuhanku lebih mengetahui jumlah mereka; tidak ada yang mengetahui (bilangan) mereka kecuali sedikit.” Karena itu janganlah engkau (Muhammad) berbantah tentang hal mereka, kecuali perbantahan lahir saja dan jangan engkau menanyakan tentang mereka (pemuda-pemuda itu) kepada siapapun.(Q.S. al-kahfi: 22)

Dari terjemahan ayat tersebut, bahwa hanya sedikit yang mengetahui jumlah pemuda ashabul kahfi. Namun yang pasti adalah mereka bersama dengan seekor anjing, namun banyak yang berpendapat bahwa pemuda tersebut berjumlah 7 orang bersama dengan seekor anjing. Maka gua  ini dinamakan “Gua 7 Pertapa” (The Cave of the Seven Sleepers), sedangkan dalam Agama Islam kisah ini dikenal dengan Ashabul kahfi (penghuni-penghuni gua).



Kisah ini terjadi di kota Aphesus(Ephese) nama ini adalah sebelum islam datang, dan kini menjadi Tharses(Tharsus) yang terletak di antara Turki dan Yordania. Kota ini dulunya dikuasai oleh Raja yang sangat baik namun raja ini kemudian meninggal. Raja Diqyanius yang menguasai Roma mendengar bahwa raja Aphesus telah meninggal lalu mengirim tentaranya untuk menyerang kota Aphesus dan berhasil menguasainya. Diqyanius kemudian membangun istana yang besar, dia meletakan 50 menteri sebelah kanan dan 50 menteri di sebelah kiri. Dia juga memiliki 6 orang penasehat, penasehat itu adalah pemuda-pemuda cerdas yang berada di belakangnya. Ke-enam pemuda inilah yang menjadi pengambil keputusan setelah melakukan musyawarah kepada menteri-menterinya.

Karena setelah sekian lama tidak pernah sakit, Diqyanius lalu mengaku dirinya tuhan. Siapapun yang menyembah kepada Diqyanius maka akan diberikan kehidupan yang nyaman. Ke-enam pemuda yang menjadi penasehat Diqyanius tidak mau menyembah karena keimanan mereka meyakini adanya tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Tidak seperti Diqyanius yang mengaku sebagai dirinya tuhan, menurut mereka tuhan tidaklah makan dan tidur seperti yang dilakukan Diqyanius. Jika memang Diqyanius seorang tuhan, mengapa dia masih meminta pendapat ke-enam pemuda yang cerdas itu dalam menentukan keputusan. Setelah ke-enam pemuda ini bermusyawarah, mereka lalu memutuskan untuk kabur dari istana dan meninggalkan kedudukan dan kenyamanan yang saat itu mereka miliki.

Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, mereka bertemu dengan seorang penggembala. Ketika ditanya oleh penggembala itu, mereka pun menceritakan kisah mereka sebagai penasehat kerajaan dan melarikan diri karena tidak mau mengakui bahwa Diqyanius adalah tuhan. Setelah mendengar cerita ke-enam pemuda yang berusaha mencari tempat bersembunyi dari Raja yang dzalim itu, maka penggembala memutuskan untuk ikut dengan ke-enam pemuda jadi mereka berjumlah 7 orang. Mereka inilah pemuda-pemuda yang beriman kepada Allah dan mendapat petunjuk.

Penggembala lalu mengembalikan hewan-hewan gembalaannya dan kembali menemui para pemuda itu. Ketika penggembala itu kembali kepada para pemuda, ke-enam pemuda itu kaget karena melihat seekor anjing yang mengikuti mereka. Mereka berkata satu sama lain mengenahi kekhawatiran jika keberadaan anjing itu nantinya membongkar rahasia. Mereka pun minta kepada si penggembala supaya anjing itu dihalau saja dengan batu. Anjing itu melihat kepada Tamlikha dan teman-temannya.

Ia lalu duduk di atas dua kaki belakang, menggeliat, dan mengucapkan kata-kata dengan lancar dan jelas sekali. “Hai orang-orang, mengapa kalian hendak mengusirku, padahal aku ini bersaksi tiada tuhan selain Allah, tak ada sekutu apa pun bagi-Nya. Biarlah aku menjaga kalian dari musuh, dan dengan berbuat demikian aku mendekatkan diriku kepada Allah SWT.” Anjing yang bernama Qithmir itu pun diperbolehkan ikut, lalu mereka pun masuk ke dalam gua dan tertidur selama 309 tahun. Masuknya mereka ke dalam gua disebutkan dalam surah al-kahfi ayat 16 yang artinya:

Dan apabila kamu meninggalkan mereka dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung kedalam gua itu, niscaya Tuhanmu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusanmu. (Q.S. al-kahfi: 16)

Sedangkan lamanya tidur mereka disebutkan dalam Q.S. al-kahfi: 25 yang artinya: Dan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun. (Q.S. al-kahfi: 25)

Anjing dalam kisah ashabul kahfi dirawayatkan sebagai anjing yang masuk ke dalam surga. Hal ini karena keimanannya dan tugasnya dalam menjaga para ashabul kahfi yang tertidur di dalam gua. Anjing yang bernama Qithmir ini menjadi penjaga pintu gua dengan membentangkan kedua lengan menutup pintu masuk ke dalam gua.

Itulah kisah tentang anjing yang dijamin masuk surga karena menjaga para ashabul kahfi. Bahkan kisah tentang anjing penjaga ashabul kahfi ada dalam al-Quran dan juga kitab agama lain walaupun lebih banyak menceritakan tentang para ashabul kahfi. Imam Ibnu Katsir  mengatakan dalam Tafsirnya yang terkenal: Ibnu Juraij berkata, “Dia menjaga pintu mereka.” Sudah menjadi sifat dan kebiasaan seekor anjing berbaring di depan pintu seolah-olah menjaga mereka yang di dalam. Dia duduk di luar pintu masuk gua. Berkah yang Ashabul Kahfi terima, juga diterima anjing mereka. Tidur panjang yang menghinggapi mereka, menghinggapi si anjing juga. Inilah manfaatnya menyertai orang-orang baik. Sehingga, anjing ini pun ikut terkenal dan terangkat derajatnya.

 

Hikmah yang Dapat di Ambil


1.   Kita tetap dapat masuk surga jika memiliki keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah.

2.   Sehina apapun kita, jika kita tetap berbuat baik maka Allah tetap melihat usaha kita.

3.   Ketika kita tidak memiliki jalan keluar, memohonlah kepada Allah dan Allah akan memberikan petunjuk kepada kita.

4.   Allah melihat dimana kita berpihak, apakah bersama kelompok yang bertauhid kepada Allah atau menyekutukan Allah.



Penulis            : Riskiryto

Editor               : Argha Sena

Referensi        : gomuslim.co.id, islampos.com, sharianews.com, tribunnews.com

 

Binatang yang Akan Menyiksa di Neraka! Inilah Dosa Mereka!

 


Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berbuat baik kepada semua mahluk, baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Kita tidak diperbolehkan untuk menyakiti hewan karena kelak dihari  kiamat kita pasti mempertanggungjawabkannya. Jika kita menyakiti hewan maka kita dapat masuk ke dalam neraka karena perbuatan kita. Hewan adalah salah satu mahluk hidup yang dekat dengan kita, maka dari sangat tidak lazim jika kita sebagai mahluk berakal malah menyiksa hewan. Jika pun bertemu hewan yang berbahaya, jika bisa mengusirnya itu  malah lebih baik. Berbeda halnya jika kita melindungi diri dan tidak memiliki pilihan lain ataupun ada beberapa hewan yang memang disunahkan untuk dibunuh. Tapi terkadang ada manusia yang semena-mena terhadap hewan yang lebih lemahnya darinya. Sehingga dengan sadarnya mereka menyakiti hewan-hewan yang tidak bersalah tanpa memikirkan akibatnya dihari kiamat. Selain menyiksa hewan, dosa seperti memakan harta anak yatim juga dapat membuat kita masuk ke dalam Neraka yang penuh dengan hewan menakutkan. Dosa-dosa orang tidak mau bersedakah dan zakat membuat kita dapat di siksa oleh hewan-hewan yang berbisa. Berikut adalah hewan-hewan yang akan menyiksa manusia di neraka karena dosa yang mereka lakukan.

A.  Kucing

Kucing adalah salah satu hewan kesayangan Rasulullah SAW, Rasulullah memiliki seekor kucing yang bernama Muezza. Berdasarkan suatu riwayat, Rasulullah SAW terbangun mendengar suara Azan. Rasulullah lalu mempersiapkan diri dan berpakaian lalu menemukan Muezza tidur beralaskan jubahnya. Karena tidak ingin mengganggu tidur muezza lalu Rasulullah menggunting jubahnya agar Muezza tidak terbangun.(wikipedia.org)

Dalam kisah ini tentu kita sadar bahwa kita tidak boleh menyakiti hewan terutama kucing. Dalam suatu hadist, ada seorang wanita yang masuk neraka dikarenakan menyiksa kucing. Dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu ‘anhu, Bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Seorang wanita disiksa disebabkan mengurung seekor kucing hingga mati kelaparan lalu wanita itupun masuk neraka. Dia (Ibn Umar) berkata: Beliau bersabda: Dan Allah Maha Mengetahui engkau tidak memberinya makan, engkau juga tidak memberinya minum ketika engkau mengurungnya, dan engkau juga tidak membiarkannya berkeliaran sehingga dia dapat memakan serangga tanah.(H.R. Bukhari : 2192)(risalahmuslim.id)

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa perempuan itu memasukkan seekor kucing ke dalam karung dan membiarkannya mati. Maka, dia pun diazab di dalam neraka karena perbuatannya itu. Kucing itu tidak diberinya makanan ataupun minuman. Tidak pula dibiarkannya pergi sehingga bisa mencari makan sendiri. Bagaimana Nabi Muhammad SAW mengetahui nasib perempuan ini? Ialah ketika beliau melakukan shalat Khusuf. Allah SWT kemudian memberikan penglihatan kepada beliau tentang surga dan neraka.

Shahih Imam Bukhari meriwayatkan dari Asma binti Abu Bakar. Nabi Muhammad SAW suatu kali bersabda, "Neraka mendekat kepadaku sampai aku berkata, "Wahai Tuhan, apakah aku akan bersama mereka?' Tiba-tiba, muncul seorang perempuan dicakar seekor kucing. Aku bertanya, 'Ada apa dengan perempuan ini?' Mereka (para malaikat) menjawab, 'Perempuan itu mengurung kucing itu hingga mati kelaparan. Dia tidak memberinya makan ataupun membiarkannya makan.(republika.co.id)

 

B.  Ular dan Kalajengking

Selain kucing, hewan yang paling banyak diriwayatkan menyiksa manusia di neraka adalah ular dan kalajengking. Ular dan kalajengking di Neraka sangat berbeda dengan di dunia. Ukurannya sangat besar dan pengaruh gigitan/sengatannya sangat lama. Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda:

Sesungguhnya di Neraka ada ular-ular yang menyerupai leher unta yang panjang. (Jika) ular itu mematuk, bekas patukannya masih akan ada hingga 40 tahun. Dan dalam Neraka juga terdapat kalajengking – kalajengking seperti bighal (hasil persilangan kuda dengan keledai) beserta tali kekangnya. Jika kalajengking itu menyengat, bekas sengatannya akan tetap ada hingga 40 tahun (H.R Ahmad, al-Baihaqiy, Ibnu Hibban, al-Hakim, dihasankan al-Albaniy dalam Shahih atTarghib)

Orang yang memiliki harta yang harus dizakatkan namun tidak dikeluarkan zakatnya terancam mendapat siksaan ular. Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang Allah beri harta, tapi ia tidak mengeluarkan zakatnya, maka pada hari kiamat harta itu akan berubah bentuk menjadi seekor ular jantan yang bertanduk dan memiliki 2 taring lalu melilit orang itu dan menggigitnya dengan kedua rahangnya yaitu dengan mulutnya sambil berkata: Aku adalah hartamu, aku adalah simpananmu (H.R al-Bukhari) (dikutip dari buku “Surga yang Dirindukan, Neraka yang Ditakutkan”, Abu Utsman Kharisman, penerbit atTuqa Yogya) | WA al-I’tishom)(alpasimiy.com)

Itulah beberapa binatang yang diriwayatkan akan menyiksa manusia ketika berada di neraka. Maka dari itu, kita sebagai umat muslim sebaiknya selalu menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dosa-dosa yang dapat memasukan kita ke dalam neraka telah banyak di jelaskan dalam al-Qur’an dan Hadist. Tetapi banyak manusia yang lalai dan tidak perduli, seakan perbuatan mereka tidak akan dipertanggungjawabkan. Barangsiapa yang menanam, dia yang akan menuai. Jika kita menanam sesuatu yang baik, maka hal baik pula yang kita dapatkan dan begitu pula sebaliknya. Hikmah yang dapat kita ambil dari hadist-hadist tersebut

1.   Janganlah kita menyiksa binatang, karena binatang yang kita siksa akan menuntut pertanggung jawaban. Selain itu, para penyiksa binatang juga akan disiksa seperti mereka menyiksa binatang itu. Contohnya jika kita menyabung ayam, maka kelak di neraka kita akan di sabung seperti ayam.

2.   Menyedekahkan harta yang kita miliki. Karena dalam harta yang kita miliki terdapat harta orang lain yang Allah titipkan kepada kita.

3.   Selalu takut akan akhirat sehingga selalu berbuat kebaikan dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi segala yang dilarang-Nya.

4.   Menyadari bahwa ada alam akhirat dan menyadari bahwa dunia ini hanya sementara.

 

 

Penulis       : Riskiryto

editor        : Argha Sena

Referensi        : alpasimiy.com, republika.co.id, risalahmuslim.id, wikipedia.org

Salah Satu Hewan yang Dapat Berbicara! Kisah Serigala yang Beriman Kepada Allah dan Rasulnya!



Dikisahkan pada masa kenabian Muhammad SAW, pada suatu daerah hiduplah seorang pengembala kambing. Pengembala tersebut harus mengurus ratusan kambing dan domba. Setiap pagi, lelaki itu membawa seluruh hewan ternak yang diamanah kepadanya ke padang rumput dekat dengan oasis.

Namun naas, suatu hari lelaki tersebut kecolongan karena seekor serigala berhasil menerkam seekor domba yang lepas dari kerumunan. Pengembala tersebut pun mengejar sang serigala dan menakut-nakutinya dengan mengayunkan tongkatnya.

Domba yang menjadi buruan serigala bertubuh cukup gemuk, sehingga serigala alami kesulitan saat membawanya kabur. Sang penggembala pun berhasil mengejarnya dan menarik paksa domba tersebut dari cengkeraman serigala.

"Wahai fulan, mengapa engkau begitu zalim? Allah telah menetapkan domba itu sebagai rezekiku untuk hari ini, mengapa engkau merebutnya dariku?" ujar serigala itu kemudian.

Betapa terkejutnya pria ini ketika mendengar serigala itu bertutur kata layaknya manusia. "Kamu... Bisa berbicara?" kata sang pengembala takjub.

"Mengapa engkau melihatku terheran-heran? Harusnya engkau tahu, ada yang lebih mengherankan daripada seekor serigala bisa berbicara," kata serigala itu.

"Apa itu?"

"Di Madinah, ada seorang nabi dan rasul yang Allah utus untuk sekalian alam. Namun, banyak orang yang justru membangkang dan enggan beriman kepadanya. Nama nabi itu, Rasulullah Muhammad shalallahu 'alaihi wasallam," terang serigala.

Keesokan harinya, lelaki pengembala itu pergi ke Madinah untuk menjumpai langsung sosok yang diceritakan serigala kemarin. Perjalanan yang tidak mudah dia tempuh dengan penuh kesabaran dan sampailah ia di Madinah.

Setelah bertanya kepada warga setempat, lelaki itu kemudian tiba di depan Masjid Nabawi. Singkat cerita, ia berkesempatan bertemu Nabi Muhammad SAW. Kepada beliau, ia pun menuturkan kisahnya hingga sampai di Madinah.

Kemudian Rasulullah membenarkan kisah sang gembala bahwa ada seekor binatang yang terang-terangan menunjukkan rasa imannya kepada Allah dan Rasul-Nya. Lebih lanjut, hal itu ternyata termasuk tanda kian dekatnya hari akhir.

"Yang demikian itu adalah salah satu tanda kiamat," sabda Muhammad SAW. Setelah itu si penggembala mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk Agama Islam.

Kisah ini termaktub dalam hadis riwayat dari Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri, serta Imam Ahmad. Pakar tafsir Ibnu Katsir menilai sanadnya sahih. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa dan sangat mudah bagi-Nya menjadikan hewan dapat berbicara kepada manusia. Hal ini sama halnya ketika Allah menjadikan anggota tubuh dapat berbicara saat hari kiamat kelak. Allah Ta’ala berfirman,

“Mereka berkata kepada kulit mereka, “Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami?” Kulit mereka menjawab, “Allah yang menjadikan segala sesuatu pandai berbicara telah menjadikan kami pandai (pula) berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya kepada-Nya lah kamu dikembalikan. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian pendengaran, penglihatan, dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Fushshilat: 21-22).

Itulah kisah seekor serigala yang beriman kepada Allah dan Rasulnya. Semua atas kuasa dan tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Ketika Allah katakan “kun Fayakun” jadilah maka terjadilah, karena kesempurnaan adalah milik Allah. Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah tersebut adalah sebagai berikut:

1.     Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, dan semua berjalan atas kuasaNya.

2.     Jika di dunia hewan dapat berbicara atas perintahNya, maka mudah bagi Allah membuat semua anggota tubuh kita dapat menjawab ketika di akhirat.

3.     Jika hewan dapat beriman kepada Allah dan Rasulnya, maka sepantasnya manusia sebagai mahluk sempurna dapat lebih beriman kepada Allah.

4.     Semua telah digariskan oleh Allah dan tidak ada yang luput dari pengawasanNya.

5.     Mengingatkan kita bahwa hari akhir semakin dekat.

 

Penulis     : Riskyrito

Editor     :  Argha Sena

Referensi        : hatisenang.com, muslimahdaily.com, popmama.com, republika.co.id

Rabu, 06 Januari 2021

200.000 Tentara Habis Dalam Waktu Kurang Dari 2 Jam!PERANG MOHACS, Sejarah Memalukan yang Disembunyikan Eropa!!!

 


Jika kita mendengar kata perang maka yang ada dipikiran kita biasa sebuah perang berlangsung selama berhati-hari bahkan berbulan-bulan. Namun ada sebuah peperangan yang menarik perhatian karena peperangan hanya berlangsung kurang dari 2 jam. Perang ini bukan hanya berisikan 100-200 prajurit, namun 100.000-200.000 prajurit musuh yang ikut dalam perang ini. dan kejadian menarik lainnya adalah banyak prajurit yang mati konyol dalam peperangan ini. nama perang ini adalah perang mohac, sebuah peperangan yang jarang didengar kaum muslimin. Peperangan ini adalah peperangan kaum muslim yang dipimpin Sultan Sulaiman al-Qanuny melawan koalisi eropa. Penyebab jarang terdengarnya nama perang ini adalah karena eropa berusaha menutupi kekalahan yang memalukan dalam perang ini.

Awal mula terjadinya perang ini adalah ketika Pasca turunnya sultan Salim I dari tahta dan naiknya sultan Sulaiman I, Hungaria meremehkan dan memandang sultan Sulaiman hanyalah sultan muda yang tidak berpengalaman, dan tidak memiliki pamor besar layaknya sang ayah. Ini membuat mereka berani melanggar perjanjian dengan tidak mau lagi membayar jizyah kepada Utsmaniyah. Hungaria pada waktu itu merupakan sebuah kerajaan besar yang dipimpin oleh raja Lajos II dari Dinasti Jagiellon. Ia adalah saudara ipar dari Kaisar Romawi suci kala itu, Charles V. Meskipun demikian, sejak era Sultan Salim I, ayah dari sultan Sulaiman I Al-Qonuni, Hungaria selalu membayar jizyah kepada Utsmaniyyah sebagai bentuk perjanjian damai antar kedua dinasti.

Karena Hungaria tidak mau membayar jizyah, maka Sulaiman mengirim utusan kepada raja Hungaria untuk memungut jizyah. Raja Hungaria bukannya membayar jizyah, dia malah membunuh utusan Sultan Sulaiman itu. Mendengar kabar tersebut, Sultan Sulaiman membawa pasukannya menuju Hungaria untuk memberikan pelajaran atas apa yang telah diperbuat raja Hungaria tersebut.

Pasukan Utsmani yang dipimpin langsung oleh Sultan berangkat dari Istanbul pada 23 April 1526 (11 Rajab 932).Sultan Sulaiman yang marah besar, lalu mempersiapkan pasukan perangnya dan bergegas ke Hungaria dengan pasukan kurang lebih 100.000 mujahid  dengan 350 meriam dan 800 kapal perang. Dalam perjalanannya menuju Hungaria yang berjarak sekitar seribu kilometer, pasukan Islam menaklukkan daerah-daerah yang dilaluinya, di antaranya Belgrade, ibukota Serbia. Ini dilakukan untuk mengamankan jalur kembali ataupun jalur mundur pasukan apabila pasukan Islam tertimpa kekalahan.

Mendengar kabar bahwa Sultan Sulaiman sedang menuju daerahnya, Maka, terbentuklah koalisi pasukan salib yang terdiri dari kekaisaran Romawi Suci (meliputi Spanyol, Jerman, Italia, Belgia, Swiss, Belanda, Luksemburg, dan sebagian Perancis), kemudian Hungaria itu sendiri, Slovakia, Rumania, Serbia, Kroatia, Polandia, Kerajaan Bavaria (sekarang wilayah Bayern), negara-negara kepausan, dan beberapa negara lainnya. Terkumpullah pasukan salib bersenjata lengkap dari koalisi negara-negara tersebut. Pasukan tersebut bermodalkan 200.000 pasukan berkuda, 35.000 diantaranya lengkap dengan senjata dan baju besi.

Pasukan Sulaiman Al-Qanuni  melewati sungai yang terkenal dan menunggu di lembah Mohacs selatan Hongaria dan timur Rumania menanti pasukan Eropa tersebut. Pertempuran dahsyat pun terjadi selepas waktu ashar. Pasukan Janissari di barisan pertama sanggup bertahan selama sejam, bahkan berhasil menghabisi 20 ribu prajurit musuh. Setelah berlalu satu jam, atas instruksi Sultan, barisan pertama membelah diri menjadi dua bagian ke kanan dan kiri, dan membukakan jalan bagi pasukan Eropa untuk menyerang barisan kedua pasukan Islam. Pasukan Eropa lantas mengerahkan pasukan utamanya untuk menyerbu. Melihat hal itu,barisan kedua pasukan Islam segera mundur, dengan tujuan memancing pasukan Eropa menuju pasukan meriam di barisan ketiga.

Merasa sudah unggul dan mengira kemenangan berada dipihak mereka, pasukan Eropa mengejar pasukan garis kedua sampai tidak menyadari formasi perang pasukan garis ketiga yang telah menunggu mereka. Sebanyak 100.000 pasukan Eropa telah terjebak oleh strategi jitu Sultan. sehingga tanpa sadar mereka sudah berada di tengah-tengah Meriam pasukan Muslim. Pasukan garis Ketiga telah siap dengan meriam-meriam besarnya, dan letusan pertama meriam itu menyadarkan pasukan Eropa akan situasinya yang sudah terjebak, tapi semua sudah terlambat, Pasukan Janissary dan Pasukan Berkuda yang tadi dikejar pasukan Eropa berbalik menghajar pasukan inti Eropa. Dentuman-dentuman meriam selanjutnya menjadi awal kematian tragis pasukan pasukan inti Eropa.

Pasukan eropa kocar-kacir sambil mencari jalan untuk mundur namun mereka telah terkepung oleh pasukan muslimin. Sisa-sisa pasukan Eropa berusaha untuk mundur, namun tidak ada jalan yang terbuka bagi mereka kecuali menuju sungai. Pasukan Eropa yang tersisa pun segera mundur menuju sungai, namun ini menjadi bencana tersendiri bagi mereka dengan banyaknya pasukan yang mati karena berdesak-desakan dan tenggelam di sungai karena baju besi yang mereka pakai. Salah satu pemimpin yang mati adalah sang raja Hungaria, Lajos II, yang mati tenggelam di sungai. Kematiannya ini menutup lembaran pertempuran besar ini karena pasukan eropa telah dikalahkan oleh pasukan muslimin.

Muslimin memasuki Budapest, Ibu Kota Hungaria dengan lantunan takbir bertepatan dengan Iedul Adha setelah mereka lantunkan hal  yang sama di Belgrade Serbia. Kemenangan Utsmaniyah menyebabkan perpecahan Hongaria untuk selama beberapa abad di antara Kesultanan Utsmaniyah, Monarki Habsburg dari Austria dan Kerajaan Transilvania. Kematian Lajos II ketika menyelamatkan diri dari pertempuran menandakan akhir dinasti Jagiellon, dan dinasti ini kemudian bersatu dengan Habsburg melalui pernikahan dengan adinda Lajos.

Kekalahan tersebut benar-benar membuat Eropa malu karena merupakan sebuah aib bagi mereka. Pasukan yang berjumlah 200.000 orang kalah oleh pasukan muslimin yang berjumlah 100.000 orang. Dan yang lebih memalukan adalah kekalahan mereka kurang dari 2 jam dengan banyak prajurit yang mati konyol karena tenggelam di sungai. Walaupun 1500 an kaum muslimin gugur dalam perang tersebut, namun itu adalah awal penaklukan eropa. Itulah alasan mereka menutup-nutupi kekalahan mereka agar tak banyak diketahui kaum muslimin dengan cara membuat film-film yang menyudutkan Sultan Sulaiman. Kita sebagai umat muslim harusnya bangga dengan kemenangan yang telah diraih oleh kaum muslimin.

Penyusun : Riskyrito

Penyunting : Argha Sena

Referensi    : Hidayatullah.com, cendekiapos.com, radiodai.com

Senin, 02 November 2020

3 Cerita Lucu Sahabat Nu'aiman yang Membuat Nabi Tertawa | Pegawai Muslim



Indahnya perjalanan hidup Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tentunya tak luput dari canda dan tawa. Di balik berbagai suka maupun duka yang dihadapi, hiburan kerap datang dari berbagai hal, termasuk dari para sahabat Nabi.

Dikisahkan salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam bernama Nu'aiman bin Amr bin Rafa'ah. Ia sangat terkenal akan tingkah konyol dan sering membuat Rasulullah tertawa. Nu'aiman merupakan sahabat yang berasal dari kalangan Anshar yakni penduduk asli Kota Madinah.

Meskipun terkenal akan kejailannya, Nu'aiman ialah seorang mujahid sejati. Namanya tercantum dalam Ashabul Badr karena keikutsertaannya dalam berjuang bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat lainnya dalam Perang Badar.

Berbagai tingkah konyol nan jail Nu'aiman mampu membuat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat tergelak tidak kuasa menahan tawa. Keusilannya ini tak hanya disasarkan kepada para sahabat, namun juga Rasulullah.

Suatu saat pernah Nu'aiman datang membawakan banyak makanan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat. Selesai menghabiskan makanan tersebut, Nu'aiman barulah berkata, "Ya Rasulullah, inilah penjual makanan tadi, silakan Engkau yang bayar."

Kejadian tersebut lantas membuat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat kebingunan, namun juga tidak bisa menahan tawa. Pada akhirnya peristiwa itu diselesaikan dengan solusi dari Rasulullah untuk membagi total biaya sama rata dengan sahabat-sahabat lainnya.

Dikisahkan pula bahwa suatu waktu Nu’aiman diajak oleh Abu Bakar untuk pergi ke Negeri Syam. Ketika itu sebelum keberangkatannya, Abu Bakar mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam untuk memohon izin mengajak dua sahabat untuk ikut berdagang.

"Ya Rasulullah! Saya ingin meminta izin untuk mengajak dua sahabat ikut berdagang ke Negeri Syam, yakni Nu'aiman dan Suwaibith bin Harmalah," kata Abu Bakar, kemudian diizinkanlah mereka oleh Rasulullah untuk bepergian.

Sesampainya di Negeri Syam, semua dibagikan tugas, salah satunya Suwaibith bin Harmalah yang ditugaskan menjaga perbekalan, karena dikenal sebagai orang yang sangat amanah. Saat Abu Bakar sedang pergi berniaga, dan Suwaibith menjaga makanan, datanglah Nu'aiman kepada Suwaibith di waktu siang mengatakan bahwa dirinya telah lapar.

"Wahai Suwaibith, aku sudah lapar, maka berikanlah saya sepotong roti untuk saya makan saat ini," ujar Nu’aiman. Namun, permintaan tersebut tidak diwujudkan oleh Suwaibith, karena dirinya yang amanah itu memilih menunggu Abu Bakar datang.

Mendengar jawaban Suwaibith, lantas Nu'aiman langsung mengancamnya, "Berikan aku sepotong roti itu atau kau akan kuberikan pelajaran."

Namun tetap saja, Suwaibith tetap bersikukuh menjaga amanah dari Abu Bakar dan tidak memberikan sepotong roti itu kepada Nu'aiman.

Nu'aiman bergegas pergi ke pasar, lalu berusaha untuk mencari tempat yang menjual hamba sahaya. Menemukan toko yang dimaksud, ia langsung menanyakan satu per satu dari hamba sahaya tersebut yang ternyata berkisar dari harga 100 hingga 300 dirham.

Kemudian, ia mengatakan kepada penjual hamba sahaya itu, "Aku juga punya hamba sahaya, namun hanya saya jual 20 dirham, murah," katanya.

Mendengar pernyataan Nu'aiman, penjual tersebut tak percaya karena harganya yang sangat murah. Lebih lanjut, Nu'aiman menjelaskan bahwa hamba sahaya yang dimilikinya itu murah karena memiliki aib, di mana ia tak akan mengaku sebagai hamba sahaya dan menyebut dirinya sebagai orang merdeka.

Akhirnya semua orang berkumpul untuk membeli hamba sahaya yang dimaksudkan oleh Nu'aiman. Tak disangka, ternyata Nu'aiman malah mengarahkan mereka kepada Suwaibith.

Nu'aiman menerima uang 20 dirham tersebut, kemudian disusul dengan penangkapan Suwaibith. Ketika ditangkap, Suwaibith berteriak, "Aku bukan hamba sahaya. Aku orang merdeka!" Namun teriakan itu ditanggapi oleh sekumpulan orang yang menangkapnya, "Kami sudah tahu kekuranganmu." Sambil membawa Suwaibith dan menjualnya ke pasar.

Selepas itu, Nu’aiman menjadi orang yang memegang uang banyak. Ia menggunakannya untuk membeli makanan, minuman, hingga hadiah untuk Rasulullah. Tak lama, Abu Bakar pun pulang dan kebingungan karena tak menemukan Suwaibith di mana pun. Dengan mudahnya dan penuh kejujuran, Nu’aiman pun berkata, “Sudah saya jual, wahai Abu Bakar.”

Mengetahui hal tersebut, lantas Abu Bakar tertawa dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Nu’aiman pun menceritakan semuanya secara detail hingga titik di mana Suwaibith akhirnya ia jual. Abu Bakar langsung bergegas ke pasar dan membeli kembali Suwaibith, hingga ia bebas kembali sebagai orang merdeka.

Sepulangnya mereka ke Madinah, kisah ini diceritakan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Maka ketika diceritakan kisah Nu’aiman tersebut, Nabi Muhammad tertawa sejadi-jadinya hingga gigi geraham beliau tampak di depan para sahabat. Hingga setahun berlalu dari kisah tersebut, Rasulullah selalu menceritakan kisah Nu’aiman kepada siapa pun tamu yang datang kepadanya.

Tak hanya itu, cerita lainnya adalah di mana suatu waktu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam didatangi oleh para delegasi dari beberapa negara yang ingin tahu apa itu agama Islam. Mereka datang dengan mengendarai unta yang saat itu termasuk kendaraan paling mahal yang dapat dimiliki. Sesampainya di sana, para tamu itu dipersilakan masuk dan unta mereka diikatkan di depan rumah Rasulullah.

Para sahabat mengatakan seraya bercanda kepada Nu’aiman bahwa mereka sudah lama tak makan daging unta. Mereka pun mengidekan untuk menyembelih unta seseorang yang sedang bertamu kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam itu.

Usulan ide tersebut langsung ditanggapi serius oleh Nu’aiman. Ia langsung menyembelih unta tamu Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tersebut. Sesudahnya, Nu’aiman langsung lari bersembunyi, dan benar saja, saat pemiliknya datang dan melihat keadaan untanya, ia pun langsung mengadu kepada Rasulullah.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam langsung melihat kepada para sahabat yang sedang berjaga di sana, dan mereka pun menjawab, “Nu’aiman ya Rasulullah.”

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam langsung bergerak memerintahkan salah satu sahabatnya untuk membantunya mengambil uang dan memberikan ganti rugi kepada pemilik unta tersebut dengan jumlah dua kali lipatnya.

Selepas itu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabat langsung saja bergegas mencari di mana Nu’aiman ini bersembunyi. Ternyata, Nu’aiman bersembunyi di dalam sebuah sumur.

Rasulullah pun menanyakan alasan mengapa Nu’aiman melakukan hal tersebut. Nu’aiman menjawab, “Ya Rasulullah, yang bersalah bukanlah aku tapi orang-orang yang mencariku bersamamu," jawabnya.

Rasulullah melihat sekeliling untuk mengetahui siapa yang dimaksud Nu’aiman, setelahnya ternyata Nu’aiman memanfaatkan kondisi itu untuk kembali kabur.

Cerita tentang Nu’aiman memberikan gambaran bahwasanya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam juga merupakan sosok yang ceria. Hidupnya tak melulu serius dan serbaresmi, beberapa kisah menceritakan bahwa Rasulullah adalah seseorang yang juga bersenda gurau bersama istri dan para sahabatnya.

Dari kisah ini juga dapat dicermati bahwa beliau merupakan pribadi yang senantiasa sabar dan tak mudah marah menghadapi orang-orang seperti Nu’aiman. Bahkan turut dikisahkan bahwa Rasulullah sangat melarang para sahabat untuk mencela Nu’aiman meskipun tingkahnya tak selalu menyenangkan bagi semua orang dan membuat jengkel. Menurutnya, meski begitu, Nu’aiman adalah seorang sahabat yang mencintai Allah Subhanahu wa ta'ala dan Rasul-Nya.


Sumber : https://muslim.okezone.com/


Kisah Qitmir: Seekor Anjing Penjaga Ashabul Kahfi dalam Surat Al Kahfi | Pegawai Muslim



Allah mengajarkan manusia melalui berbagai cara. Ada cobaan, ujian dalam berbagai rupa. Selain itu, Allah juga menitipkan hikmah dalam banyak kisah, yang tercatat dalam sejarah juga termaktub dalam mukjizat terbesar yakni Alquran.

Adalah kisah ‘Ashabul Kahfi’ yakni para pemuda yang tertidur dalam gua melintasi zaman, 309 tahun lamanya dengan dijaga seekor Anjing. Kisah ini diceritakan dalam surat ke-18, yang turun di Makkah, QS Al Kahfi pada ayat 9-26.

 

Kisah Terkenal Ashabul Kahfi dan Qitmir, seekor Anjing

Ayat di dalam Surah tersebut menceritakan bagaimana 7 orang pemuda yang beriman kepada Allah melarikan diri ke sebuah gua dan Allah menidurkan mereka selama 309 tahun sehingga mereka tidak dapat dibangunkan oleh apapun.

Pemuda-pemuda tersebut lari dari kejaran utusan Raja yang menginginkan rakyatya patuh padanya dan menyembah berhala. Bersama mereka ikutlah seekor anjing bernama Qitmir.

“Adakah engkau menyangka (wahai Muhammad), bahwa kisah ‘ashabul kahfi’ (penghuni gua) dan ‘ar-raqiim’ (anjing mereka) termasuk antara tanda-tanda-tanda kekuasaan Kami yang menakjubkan? (Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)”. (QS al-Kahfi: 9).

Allah ingin menunjukkan bukti-bukti kekuasaanNya kepada hamba-hambaNya melalui peristiwa ini. Maka Allah telah mentakdirkan pemuda-pemuda ini tidur dalam jangka yang amat lama.

“Dan mereka telah tinggal tidur dalam gua mereka selama tiga ratus tahun (dengan kiraan ahli Kitab), dan hendaklah kamu tambah sembilan tahun lagi (dengan kiraan kamu) (yakni menjadi 309 tahun)”. (QS Al-Kahfi: 25)

Walaupun mereka tidur amat lama dan tanpa makan dan minum, tetapi dengan kuasa Allah, badan dan jasad mereka tidak hancur dan musnah. Bahkan Allah menyatakan bahawa; jika kita lihat keadaan mereka di dalam gua itu nescaya kita tidak akan percaya bahawa mereka sedang tidur.

“Dan engkau sangka mereka sedar padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka dalam tidurnya ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri (supaya badan mereka tidak dimakan tanah), sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka”. (al-Kahfi: 18)

Ketika bangun, mereka kelaparan dan berniat untuk membeli makanan. Setelah melihat situasi aman, mereka kemudian keluar dari gua. Ketika berniat membeli makanan, rupanya uang mereka tidak laku. Zaman sudah berubah total. Orang orang sudah berubah. Penguasa sudah berganti. Peradaban baru di depan mata mereka. Maka kemudian, para pemuda ini diabadikan dengan sebutan ‘ashabul kahfi’, artinya sahabat-sahabat gua.

Terkait jumlah mereka, lokasi gua, dan zaman masih simpang siur, muncul banyak pendapat. Namun satu hal yang disepakati bersama, bahwa mereka hidup melintasi zaman.

 

Anjing Qitmir, Menjaga Ashabul Kahfi

Imam Ibnu Katsir  mengatakan dalam Tafsirnya yang terkenal: Ibnu Juraij berkata,

“Dia menjaga pintu mereka.”

Sudah menjadi sifat dan kebiasaan seekor anjing berbaring di depan pintu seolah-olah menjaga mereka yang di dalam. Dia duduk di luar pintu masuk gua.

Berkah yang Ashhabul Kahfi terima, juga diterima anjing mereka. Tidur panjang yang menghinggapi mereka, menghinggapi si anjing juga. Inilah manfaatnya menyertai orang-orang baik. Sehingga, anjing ini pun ikut terkenal dan terangkat derajatnya.

 

Larangan Rasulullah Mendekati Anjing

Kisah Qitmir, selayaknya menjadi pengingat setiap hamba bahwa keberkahan dapat datang bagi siapa saja. Termasuk pada hewan termasuk dalam golongan hewan yang sebaiknya dijauhi dan haram dagingnya untuk dikonsumsi.

Nabi Muhammad SAW menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air liurnya.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila anjing menjilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali.” (HR. Muslim).

 

Bahaya Anjing, Hewan yang Najis Bagi Manusia

Ilmu pengetahuan telah berhasil menemukan beberapa kesimpulan yang mencengangkan berkaitan dengan kenajisan anjing.

dr Al-Isma’lawi Al-Muhajir mengatakan, bahwa penemuan baru dalam kedoketeran menguatkan apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketika itu, para dokter mengingatkan untuk berhati-hati saat menyentuh anjing dan mencandainya. Begitu pula untuk waspada jika terkena cairan-cairan yang keluar darinya berupa air liur yang dapat mengakibatkan buta.

Para dokter spesialis hewan mengungkapkan, bahwa mendidik anjing dan berinteraksi dengan cairan-cairan yang keluar darinya berupa kotoran, air kencing, dan lain sebagainya, dapat menularkan sebuah virus yang disebut tocks characins. Virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 60 ekor anjing, dr. Ian Royt, seorang dokter spesialis hewan di London, Inggris menyimpulkan, bahwa seperempat binatang tersebut membawa telur-telur ulat di cairan-cairan yang keluar darinya. Ia menemukan 180 sel telur ular dalam satu gram bulunya.

Jumlah ini lebih banyak dibandingkan yang ditemukan di lapisan unsur tanah. Seperempat lainnya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik-jentik kuman yang tumbuh berkembang. Tiga di antaranya dapat matang cukup dengan menempelkannya pada kulit.

Laporan para ahli yang dipublikasikan oleh surat kabar di Inggris Daily Mirror menyatakan sel-sel telur dari ulat ini sangat lengket dengan panjang mencapai 1 milimeter. Ia akan terus tumbuh berkembang dnegan pesat pada bagian yang terletak di belakang mata.

Menurut dr. Abd Al-Hamid Mahmud Thahmaz, secara ilmiah, anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang membahayakan. Karena, ada ulat-ulat yang tumbuh berkembang biak di dalam ususnya. Ulat itu mengeluarkan telur-telur bersamaan dengan keluarnya kotoran anjing. Ketika anjing menjilati pantatnya, maka telur-telur ulat tersebut akan berpindah padanya.

Kemudian dari jilatan anjing inilah, telur-telur ulat itu akan berpindah pada wadah, piring, dan tangan para  pemiliknya. Di antaranya ada yang masuk ke dalam perut, lalu menuju ke pencernaan. Kemudian kulit telur-telur itu terkelupas dan keluarlah anak-anak ulat yang langsung bercampur baur dengan darah dan lendir.

 

Bukti Ilmiah Anjuran Nabi Membasuh Air Liur Anjing dengan Tanah

Para dokter mengemukakan alasan penggunaan tanah dalam menghilangkan najis yang berasal dari anjing, dan mengapa membasuh dengan air saja tidak cukup untuk menghilangkannya. Membasuh dengan menggunakan tanah lebih kuat dalam proses sterilisasi dibanding membasuh dengan air.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, “Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.” (HR. Muslim)

Dikutip dari Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis bahwa dari penemuan ilmiah berkaitan dengan hadits tersebut adalah kesimpulan para dokter yang menetapkan bahwa dalam proses membasuh wadah bekas jilatan anjing harus disertai dengan tanah. Dalam sebuah forum tentang kesehatan umum, para dokter mengemukakan rahasia kenapa harus tanah tidak bahan lainnya.

Dalam forum tersebut, dijelaskan hikmah tujuh kali basuhan yang salah satunya dengan tanah dalam menghilangkan najis jilatan anjing, karena virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagimana diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah. Air liur anjing yang mengandung virus berbentuk pita cair, maka dalam hal ini tanah berperan sebagai penyerap mikroba sekaligus virus-virus yang menempel lembut pada wadah.

 

Anjing, Binatang yang Cerdas

Meski demikian, Allah tidak pernah menciptakan sesuatu yang termasuk di dalamnya adalah Anjing tanpa hikmah dan maksud tertentu. Anjing dikenal sebagai hewan yang cerdik.

Seorang peneliti dari Universitas Exeter, Stephen Lea, dan pengajar senior dari Christ Church University, Britta Osthaus, melakukan penelitian terhadap kemampuan kognisi hewan. Lalu ditemukan bahwa dalam kategori kecerdasan sosial, anjing memiliki nilai yang paling bagus di antara hewan lainnya.

Kecerdasan sosial ini menurut Osthaus membuat anjing cocok untuk memandu orang buta atau membantu polisi.  Saat ini telah banyak Anjing dilatih untuk membantu pelacakan dalam proses pekerjaan yang dilakukan unit kepolisian. (nov/dbs/rep)

 

Sumber:

Shahih Ibnu Katsir, Pustaka Ibnu Katsir

Ensiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadist

e-journal, Ashabul Kahfi dan Teori Relativitas dalam Alquran

e-journal, Tanah dan Sabun Tanah Sebagai Bahan Antimikroba Terhadap Air Liur Anjing, IPB

e-journal, Identifikasi Molekuler Bakteri Pada Saliva Anjing, UIN Alaudin Makassar