Minggu, 05 Juli 2020

Jangan Diusir Apalagi Dibunuh! 10 Hewan Ini Disukai Malaikat, Telantarkan Hewan Disiksa di Neraka!

Setiap makhluk hidup di dunia ini dianugerahi rasa saling mengasihi baik manusia maupun hewan misalnya.
Manusia dan hewan hidup saling berdampingan dan saling ketergantungan, untuk itu perlunya rasa saling menyayangi.

Hal inilah yang membuat manusia memiliki rasa peduli terhadap hewan termasuk memeliharanya.
Namun, tak sedikit juga diantara kita yang tidak memuliakan seekor hewan.
Seringkali sikap hingga perlakuan kasar manusia membuat hewan terlantar hingga mati.
Padahal hewan juga merupakan makhluk hidup yang harus dihormati, bahkan sejumlah hewan berikut ini merupakan hewan kesayangan malaikat bahkan beberapa dari hewan tersebut dijamin masuk surga oleh Allah Subhanahuwata'ala.
Berikut 10 hewan kesayangan malaikat yang dirangkum dari befbagai sumber.

1. Kucing
Kucing merupakan hewan kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi wasallam, sekaligus kesayangan malaikat pula.
Hewan ini memiliki keunikan dan keistimewaan yakni bisa mendengarkan suara adzan dan dapat melantunkan adzan juga.
Karena hal tersebut Nabi Muhammad pun sangat menyukai kucing.
Kucing Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi wasallam, bernama Mueeza dan sangat menyayangi kucingnya tersebut.
Hal itu pernah beliau lakukan ketika kucingnya tidur diatas jubahnya, alih-alih mengganggunya saat tidur, Nabi malah memotong bagian yang ditiduri kucing tersebut.
Nabi juga berpesan untuk menyayangi kucing, orang yang menelantarkan kucing akan mendapat siksa neraka.
Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam, "Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidan diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai,"
(HR. Bukhari).

2. Semut
Mempunyai tubuh yang kecil tak membuat semut kehilangan keistimewaannya dibalik tubuhnya yang kecil itu semut juga disukai oleh malaikat.
Bahkan Allah melarang membunuh semut, bahkan itu tergambar dalam sabda Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam, bahwa seekor semut pernah menggigit salah seorang Nabi, Nabi tersbeut lalu memerintahkan untuk
mendatangi sarang semut dan membakarnya, tetapi kemudian Allah menurunkan wahyu padanya "Apakah hanya karena seekor semut menggigitmu lantas kamu membinasakan satu umat yang selalu bertasbih", (HR. Muslim).

3. Ular
Ular merupakan salah satu hewan yang berbahaya dan paling banyak ditakuti.
Meskipun berbahaya hewan ini ternyata menjadi hewan kesayangan malaikat.
Padahal hewan ini identik dengan hewan yang merusak dan merugikan manusia.
Bahkan biasanya bisa mematikan jika terkena patukannya.
Namun, keistimewaan ular tersebut adalah hewan yang digunakan Nabi Musa alahissalam untuk memusnahkan sihir pada zamannya.
Saat itu Nabi Musa juga membelah lautan menggunakan tongkat dengan pandangan ilusi manusia berubah menjadi ular yang memusnahkan ular sihir pada saat itu.

4. Burung Hud-Hud
Masih ingat kisah Nabi Sulaiman dan burung Hud-hudnya?
Hewan ini menggambarkan kesetiaan pada Nabi tersebut.
Burung Hud-hud memiliki kecerdasan dan kecemerlangan berpikir, hewan ini juga adalah hewan yang dilarang dibunuh oleh Allah Subhanahuwata'ala.
Larangan tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam,
"Rasulullah melarang membunuh empat macam hewan, semut, lebah, hud-hud, dan shurad", (HR Abu Daud).
Malaikat menjadikan hewan ini menjadi hewan kesayangan karena hewan ini tekait dalam sejarah Nabi Suilaiman alahisallam.

5. Laba-laba
Salah satu hewan yang melindungi Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi wasallam ketika akan dibunuh oleh kaum Quraisy adalah Laba-laba.
Kaum Quraisy berencana membunuh Rasulullah dan akhirnya mengadakan sayembraa dengan hadiah 100 unta bagi yang bisa membunuh Muhammad.
Pada saat itu mereka mengutus seseorang untuk membunuh Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam, tapi Allah menyelamatkan Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi wasallam dengan mengutus Laba-laba untuk membuat jarinng untuk menutup Gua Sur, tempat persembunyianRasulullah Shallallahu 'alahi wasallam sehingga pembunuh itu tidak menemukan Rasulullah.
Tak hanya sebagai hewan penyelamat bagi Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi wasallam, tapi hewan ini juga jadi hewan kesayangan malaikat.

6. Ikan Paus
Satu lagi hewan yang turut andil dalam sejarah Nabi.
Maka dari itu hewan ini menjadi hewan kesayangan malaikat.
Hewan tersebut ialah Ikan Paus.
Ikan Paus ini adalah hewan yang menelan Nabi Yunus alaihisallam ketika beliau dilembar ke laut, karena kapal yang ditumpangi oleh Nabi Yunus alaihisallam kelebihan muatan.
Allah pun memerintahkan hewan tersebut memuntahkan Nabi Yunus di daerah yang tandus.
Peristiwa ini dilatarbelakangi oleh Nabi Yunus yang putus asa karena tak berhasil menyiarkan dakwah kepada kaumnya.
Hewan ini menjadi hewan kesayangan malaikat karena melalui hewan ini Nabi Yunus sadar atas perbuatannya tersebut.
Nabi Yunus berada di dalam perut ikan selama 40 hari dan akhirnya menyadari kelalaiannya tersebut.

7. Belalang
Belalang juga termasuk ke dalam hewan yang disenangi malaikat.
Hal itu karena pada saat Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam mendatangi langit ke tujuh guna mendapatkan perintah Allah, saat itu pula belalang berwarna keemasan bergelantungan di pohon-pohon langit ke tujuh.
Hewan ini beterbangan di daun-daun pohon Sidratul Muntaha.
Penggambaran belalang emas tersebut terdapat dalam sebuah hadits.
Asma binti Abu Bakar Radhiallahuanhu, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Orang yang naik kuda akan mampu melintasi bayang-bayang Pohon Sidratul Muntaha sealam seratus tahun lamanya atau seratus penunggang kuda yang sangat cepat yang berada di bawah naungannya, di sana juga ada belalang dari emas, buahnya seperti kendi yang besar-besar." (HR. Tirmidzi)

8. Unta
Hewan selanjutnya yang disukai malaikat adalah unta.
Unta ini merupakan mukjizat yang diberikan oleh Allah tapi hewan ini dibunuh oleh kaum yang bernama Samud.
Hal itu mendatangkan azab bagi kaum tersebut yang mereka dibinasakan tanpa tersisa satupun dari mereka.
Selain sebagai hewan yang disenangi malaikat, unta juga hewan yang dijamin masuk surga.
Hal ini karena ketika Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam hijrah ke Madinah, hewan inilah yang ditumpangi beliau.
Rasulullah berangkat bersama sahabatnya Abu Bakar Asshidiq.
Dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad Shallallahu 'alahi wasallam yang turun menemaninya hijrah adalah hewan unta.
Unta ini juga digunakan sebagai petunjuk tempat tinggal Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam di Madinah kala itu.
Unta tersebut pun berhenti di rumah milik sahabat yang bernama Abu Ayub Al Anshari.
Sampai akhir hayat Rasulullah tinggal di rumah ini.

9. Kuda
Hewan selanjutnya yang disukai malaikat adalah kuda.
Hewan ini adalah hewan yang membantu Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam dalam penyebaran agama Islam.
Hewan ini juga dianjurkan untuk dipelihara karena di ubun-ubunnya terdapat kebajikan hingga hari kiamat.
Keutamaan kuda juga dijelaskan dalam sebuah hadits, diantaranya hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahuanhu ia berkata,
Telah bersabda Nabi Shallallahu 'alahi wasallam "Barang siapa yang menahan seekor kuda di jalan Allah dengan keimanan dan membenarkan janji-Nya, maka kenyangnya kuda itu, kotorannya, dan air kencingnya akan ada di dalam timbangan kebaikannya kelak di hari kiamat."

10. Keledai
Hewan selanjutnya yang jadi hewan kesayangan malaikat adalah keledai.
Hewan tersebut disenangi karena mukjizat hidup dan mati diberikan kepada Allah yang diperlihatkan kepada Nabi Uzair yang diperlihatkan sebagai contoh umat manusia bahwa Allah yang menghidupkan, mematikan dan menciptakan alam semesta.
Selain menjadi hewan kesenangan malaikat, hewan ini juga adalah hewan yang akan dijamin masuk surga bersama dengan hewan-hewan lainnya.
Kisah tentang keledai Nabi Uzair itu terdapat dalam Alquran 'Atau apakah (kamu tidak memperhatikan) orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutup atapnya.
Ia berkata "Bagaimana Alalh menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?" Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun. Kemudian menghisupkannya kembali.
Allah bertanya "Berapakah lamanya kamu tinggal di sini?"
Ia menjawab "Saya tinggal di sini sehari atau setengah hari."
Allah berfirman "Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minumanmu yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang);
Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging."

Maka tatkala telah nayat kepadanya (bagaiamana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata: "Saya yakin bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS. Al Baqarah: 259).



9 Mimpi Menakjubkan Rasulullah Ini Adalah Petunjuk Bagi Umat Manusia


Semua manusia di dunia ini pernah mengalami mimpi ketika tidur, tidak terkecuali Rasulullah Muhammad SAW. Mimpi yang dalami Rasulullah diriwayatkan oleh sahabat Rasulullah. 

Salah satunya dari Abdul Rahman Bin Samurah r.a yang berkata, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum di Isra’-kan...”

Sebagaimana keutamaan Rasulullah, maka mimpi yang dialaminya juga bukanlah hal biasa, melainkan diantaranya merupakan wahyu yang diturunkan Allah SWT kepadanya. 



ada sembilan mimpi menakjubkan yang pernah dialami Rasulullah, mimpi-mimpi tersebut mengandung makna mendalam, petunjuk kebaikan bagi umat manusia. 

Mimpi Pertama
Aku telah melihat seorang dari umatku telah didatangi oleh malaikatul maut dengan keadaan yang amat menyeramkan untuk mengambil nyawanya, maka malaikat itu terhalang perbuatannya, itu disebabkan oleh ketaatan dan kepatuhannya kepada kedua ibu bapanya.

Mimpi Kedua
Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat menyiksakan, diselamatkan oleh berkat wudhunya yang sempurna.

Mimpi Ketiga
Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat zikirnya yang tulus ikhlas kepada Allah SWT.

Mimpi Keempat
Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang dibuat dari api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab, tetapi solatnya yang khusyuk dan tidak menunjuk-nunjuk telah melepaskannya dari siksaan itu.

Mimpi Kelima
Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga dihalangi dari meminumnya, ketika itu datanglah pahala puasanya yang ikhlas kepada Allah SWT memberi minum hingga ia merasa puas.

Mimpi Keenam
Aku melihat umatku coba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpulan-kumpulan, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah mandi junub dengan rukun yang sempurnanya sambil ke kumpulanku seraya duduk di sebelahku.

Mimpi Ketujuh
Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadaan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan bingung, maka datanglah pahala haji dan umrahnya yang ikhlas kepada Allah SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.

Mimpi Kedelapan
Aku melihat umatku coba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak membalas bicaranya, maka menjelmalah sifat silaturrahimnya dan tidak suka bermusuh-musuhan sesama umatku lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya, lalu berbicara mereka dengannya.

Mimpi Kesembilan
Aku melihat umatku sedang menepis-nepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala sedekahnya yang ikhlas karena Allah SWT lalu mentabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

Menurut Ketua Ikatan Sarjana Quran Hadis Indonesia Ustadz Fauzan Amin, sebagai umat Islam kita harus mengimani apa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW karena: 1) Ada beberapa wahyu (ayat-ayat Al-Qur’an) yang turun melalui mimpi saat Nabi tidur, 2) Kita wajib percaya bahwa Nabi Muhammad itu ma’shum (dipelihara dari hal-hal keji dan mungkar), 3) Kita wajib percaya apa yang disampaikan Nabi Muhammad SAW sebagai ma’shum, 4) Nabi Muhammad memiliki 4 sifat yaitu siddiq, amanah, tablig, dan fatonah sehingga tidak mungkin Rasulullah menyampaikan kebohongan.

Oleh karena itu, berdasarkan hadist di atas, berikut beberapa hal yang bisa kita teladani: taat dan patuh pada orangtua, berwudhu dengan sempurna, zikir yang ikhlas kepada Allah SWT, sholat yang khusyuk, puasa dengan ikhlas kepada Allah SWT, mandi junub dengan rukun yang sempurna, melakukan haji dan umrah dengan ikhlas kepada Allah SWT, menjaga tali silaturahmi, dan bersedekah.

Rabu, 27 Mei 2020

Kisah Nabi Sam'un (SAMSON) Beribadah Seribu Bulan | Pegawai Muslim


Siapa yang tak tahu dengan cerita Samson? Kisahnya sudah banyak difilmkan dalam bentuk kartun maupun layar lebar. Bahkan, di Indonesia, ada film berjudul 'Samson Betawi' yang diperankan oleh aktor legendaris Benyamin S.
Samson digambarkan sebagai sosok pria gagah perkasa yang memiliki kekuatan hebat. Dengan kekuatannya itu, Samson bisa menghancurkan bangunan dan benda keras yang tak bisa dilakukan oleh manusia lainnya.
Rupanya, cerita film Samson memiliki kesamaan dengan kisah nabi umat Muslim yakni Sam'un Al-Ghozy AS. Bahkan, banyak yang percaya, cerita Samson diadopsi dari kisah nabi Sam'un. Atau kata lainnya banyak yang percaya Nabi Sam'un adalah Samson.
Kisah nabi Sam'un terdapat di dalam sejumlah kitab, seperti kitab Muqasyafatul Qulub dan kitab Qishashul Anbiyaa. Nabi Sam'un adalah nabi dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.
Layaknya para nabi lainnya, Allah SWT juga memberi kelebihan atau mujizat kepada Nabi Sam'un. Dia diberi kekuatan super yang tak dimiliki manusia lainnya. Dengan kekuatan fisik yang dimilikinya, dia bisa membengkokkan bahkan mematahkan besi yang paling kuat. Dia juga bisa memutuskan rantai dan bisa menghancurkan tembok besar serta bangunan kuat nan megah.
Dengan kekuatannya itu, Nabi Sam'un berperang melawan bangsa yang menentang keesaan Allah SWT. Nabi Sam'un bahkan tak takut melawan Raja Israil.
Sang raja kemudian mencari cara agar sang nabi bisa dimusnahkan. Sang raja bahkan tak segan memberi hadiah besar kepada orang yang bisa menaklukkan Nabi Sam'un. Namun semua itu sia-sia belaka. Sebab tak ada yang mampu mengalahkan Nabi Sam'un.
Namun, sang nabi dikhianati oleh istri yang dicintainya. Demi hadiah besar, sang istri berusaha mencari tahu kelemahan kekuatan sang nabi. Alhasil, Nabi Sam'un menceritakan kelemahannya.
Rantai paling kuat sekalipun tak bisa menahannya karena akan bisa diputuskannya. Tapi, jika tubuhnya diikat dengan rambut panjangnya, dia tak akan berdaya. Itulah kelemahan dari kekuatan sang nabi.
Saat sang nabi tengah tertidur pulas, istrinya kemudian memotong rambutnya kemudian mengikat tubuhnya hingga dia tak berdaya. Nabi Sam'un kemudian diserahkan kepada sang raja.
Oleh sang raja, Nabi Sam'un disiksa dan dibutakan kedua matanya. Nabi Sam'un lantas berdoa sembari bertaubat kepada Allah SWT. Dia minta diberikan kekuatan agar bisa lepas dari belenggu tahanan.
Doanya dikabulkan. Dia lantas menghancurkan istana sang raja dan semua orang kafir yang ada di sana, termasuk istrinya. Dia kemudian berjanji kepada Allah SWT akan berjuang selama 1.000 bulan untuk menegakkan agama Allah SWT.
Dalam versi lain, diceritakan, Nabi Sam'un perang melawan kaum kafir hanya dengan bersenjatakan tulang dagu unta, ada juga yang menyebut tulang keledai. Nabi Sam'un dipercaya hidup hingga berusia 83 tahun 4 bulan.
Saking kuatnya, kaum kafir tak bisa menemukan cara untuk menaklukan Nabi Sam'un. Akhirnya mereka menawari istri Nabi Sam'un hadiah besar untuk membawa suaminya kepada mereka dalam kondisi tak berdaya. 
Sang istri sempat beberapa kali gagal. Mulai dari tambang hingga rantai pernah dijadikannya alat untuk mengikat Nabi Sam'un saat tidur. Namun selalu gagal karena bisa dihancurkan oleh Nabi Sam'un. Saat ditanya sang nabi mengapa mengikat dirinya, sang istri selalu beralasan menguji kekuatan sang nabi.
Hingga suatu ketika sang nabi menceritakan soal kelemahannya hanya dengan rambut panjangnya. Sang istri lantas memotong rambut panjang Nabi Sam'un saat sedang tidur. Dia kemudian mengikat kaki, tangan, badan sang nabi dengan rambut tersebut.
Nabi Sam'un tak berdaya. Kaum kafir lantas membawanya ke sebuah rumah tempat biasa mereka mengeksekusi mati musuh. Di rumah itu, sang nabi disiksa. Kaki, tangan, telinga dan lidahnya dipotong. Kedua matanya dibutakan.
Dia pun berdoa kepada Allah SWT agar diberi kekuatan. Tuhan pun mengabulkan permohonan hamba yang dicintai-Nya itu dan mengembalikan bentuk fisik Nabi Sam'un seperti sedia kala.
Dia lantas menghancurkan belenggu yang menahannya. Kemudian, tiang-tiang dan rumah tempat dirinya ditahan dihancurkannya hingga menimpa semua orang kafir, termasuk istrinya.
Setelah kejadian itu, sang nabi lantas beribadah selama 1.000 bulan. Pada malam hari dia tak pernah luput menunaikan salat Tahajud dan siangnya menunaikan puasa. Dia juga berperang membela agama Allah SWT.
Kisah keperkasaan Nabi Sam'un tersebut pernah diceritakan Rasulullah SAW kepada para sahabat di sebuah pertemuan. Para sahabat terkesima dan ingin membuat amalan ibadah seperti yang dilakukan Nabi Sam'un.
Mereka lantas mengungkapkan keinginannya kepada Nabi Muhammad SAW untuk beribadah seperti Nabi Sam'un. Hal inilah yang mendasari turunnya surat Al-Qodr melalui Malaikat Jibril.
Allah SWT mengutus Malaikat Jibril kepada Rasulullah SAW untuk mengabarkan soal keistimewaan beribadah di satu malam pada bulan Ramadan. Bahkan, nilai ibadahnya lebih dari 1.000 bulan atau lama waktu Nabi Sam'un beribadah.
Penyunting : Argha Sena
Sumber : https://www.merdeka.com/

Ular Ini Rela Menunggu Ribuan Tahun Demi Bertemu Rasulullah | Pegawai Muslim


Ular adalah hewan yang ditakuti banyak orang. Ular memiliki bentuk tubuh panjang yang bisa berjalan dengan sangat cepat dengan cara menjalar. Ular terkenal akan karakternya yang membahayakan orang lain karena ada beberapa yang berbisa dan memiliki racun yang mematkan, ia juga bisa membunuh dengan cara melilit. Ular menjadi hewan yang diwaspadai semua orang dan menjadi hewan yang sering dibunuh karena dikhawatirkan membahayakan nyawa manusia.

Hukum Membunuh Ular dalam Islam


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah kami pernah berdamai dengannya (ular) sejak kami memusuhinya, maka barangsiapa yang membiarkannya lantaran rasa takut, maka ia tidak termasuk golongan kami. ” [HR. Abu Daud, Hasan Shahih: Al Misykah (4139)]

Rasulullah mengijinkan untuk membunuh ular tersebut dan melarang untuk membiarkan ular tersebut hidup lantaran karena takut. Sehingga dari hadist ini jelas bahwa hukum membunuh ular dalam islam adalah halal. bukan termasuk dosa yang tak terampuni. Boleh dilakukan jika meamang membahayakan nyawa dan dengan niat melindungi diri, membiarkannya karena rasa takut justru tidak diperbolehkan karena dikhawatirkan akan membahayakan nyawa orang lain.


Mari langsung saja kita bahas kisah tentang ular yang merindukan Rasulullah dan menuggu kehadiran beliau di gua tsur dan kesetiaan sahabat Rasulullah,berikut ini kisah nya :


Kisah ini berawal dari keikutsertaan Abu Bakar bersama Rasulullah Saw. sebelum meninggalkan kota Mekkah. Saat pemuda kafir Quraisy yang berniat memenggal kepala Rasulullah kehilangan jejak Rasul dan hanya menemukan seorang pemuda bernama Ali bin Abi Thalib di bilik Rasul, Abu Bakar mendampingi Rasul bersembunyi di gua kecil di bukit Tsur.

Abu Bakar tetap setia mendampingi Nabi Muhammad menginap di dalam gua. Sebelum beliau memasuki gua, Abu Bakar dengan sigapnya membersihkan dan menutup lubang-lubang yang ada di dalam gua agar mereka terhindar dari binatang buas.


Dalam tidurnya, Rasulullah Saw. melabuhkan kepalanya di pangkuan sang sahabat.
tiba-tiba seekor ular mendesis keluar dari salah satu lubang yang belum ditutup oleh Abu Bakar. Abu Bakar menatapnya waspada, ingin sekali ia menarik kedua kakinya untuk menjauh dari hewan berbisa tersebut. Namun, keinginan itu dienyahkan dari benaknya, karena ia tak ingin mengganggu tidur Rasulullah Saw. Bagaimana mungkin.

Abu Bakar menutup lubang itu dengan salah satu kakinya. Lalu ular itu menggigit pergelangan kakinya, tapi kakinya tetap saja tak bergerak sedikitpun dalam hening. Sekujur tubuh Abu Bakar terasa panas, ketika bisa ular menjalar cepat di dalam darahnya.


Abu Bakar tak kuasa menahan isak tangis ketika rasa sakit itu tak tertahankan lagi dan tanpa sengaja air matanya menetes mengenai pipi Rasulullah Saw. yang tengah berbaring.

''Rasulullah Saw. terbangun lalu berkata, “Wahai Abu Bakar, apakah engkau menangis karena menyesal mengikuti perjalanan ini?”

“Tentu saja tidak. Saya ridha dan ikhlas mengikutimu ke mana pun,” jawab Abu Bakar.
“Lalu mengapakah, engkau meluruhkan air mata?” bertanya Rasulullah Saw. dengan bersahaja.
“Seekor ular baru saja menggigit saya, wahai Rasulullah. Lalu bisanya menjalar begitu cepat ke dalam tubuhku,” jawab Abu Bakar dengan suara tercekat.
Lalu Rasulullah Saw. berbicara kepada ular itu. ” Hai, tahukah kamu? Jangankan daging atau kulit Abu Bakar, rambut Abu Bakar pun haram kau makan.”
Dialog Rasulullah dengan ular tersebut juga di dengar oleh Abu Bakar, berkat mukzijat beliau.
''Ya hamba mengerti ya Rasulullah. Bahkan sejak ribuan tahun yang lalu ketika Allah mengatakan ‘Barang siapa memandang kekasih-Ku, Muhammad, fi ainil mahabbah atau dengan mata kecintaan. Aku anggap cukup untuk menggelar dia ke surga,” kata ular.
“Ya Rabb, beri aku kesempatan yang begitu cemerlang dan indah. “Aku (ular) ingin memandang wajah kekasih-Mu fi ainal mahabbah,” lanjut ular.
Lalu, apa kata Allah Swt.?
“Silakan pergi ke Jabal Tsur, tunggu di sana, kekasih-Ku akan datang pada waktunya,” jawab Allah.
“Ribuan tahun aku menunggu di sini. Aku digodok oleh kerinduan untuk jumpa Engkau, Muhammad. Tapi sekarang ditutup oleh kaki Abu Bakar, maka kugigitlah dia. Aku tidak ada urusan dengan Abu Bakar, aku ingin ketemu Engkau, Wahai Muhammad,” jawab ular.
“Lihatlah ini. Lihatlah wajahku,” kata Rasulullah SAW. Dan sang ular dari gua Tsurpun memandang wajah Nabi Muhammad SAW penuh dengan rasa cinta dan rindu.
Tanpa menunggu waktu, dengan penuh kasih sayang, Rasulullah Saw. meraih pergelangan kaki Abu Bakar. Dengan mengagungkan nama Allah Swt. Sang Pencipta semesta, Nabi Muhammad Saw. mengusap bekas gigitan itu dengan ludahnya. Maha suci Allah Swt., seketika rasa sakit itu hilang tak berbekas.
Gua Tsur kembali ditelan senyap. Kini giliran Abu Bakar yang beristirahat dan Rasulullah Saw. berjaga. Dan, Abu Bakar menggeleng kuat-kuat ketika Rasulullah Saw. menawarkan pangkuannya untuk beristirahat. Tak akan rela, dirinya membebani pangkuan penuh berkah itu.
Inilah sikap yang ditunjukkan oleh Abu Bakar As-Shiddiq Ra. Sebagai seorang sahabat kepercayaan Rasulullah Saw., ia merelakan semua yang dimilikinya demi keselamatan dan perjuangan dakwah Rasulullah Saw. Bahkan ia merelakan nyawanya terancam demi menemani Rasulullah Saw.
Penyunting : Argha Sena
Sumber : https://muslimobsession.com

Senin, 18 Mei 2020

Kisah Nabi Yunus Ketika Dimakan Ikan Paus Yang Sangat Besar | Pegawai Muslim


Ilusterasi

Di daerah Mosul, Irak, terdapat sebuah kampung bernama Ninawa yang penduduknya berpaling dari jalan Allah yang lurus dan malah menyembah patung dan berhala. Allah Subhanahu wa Ta’ala ingin memberikan petunjuk kepada mereka dan mengembalikan mereka ke jalan yang lurus, maka Dia mengutus Nabi Yunus ‘alaihissalam untuk mengajak mereka beriman dan meninggalkan sesembahan selain Allah ‘Azza wa Jalla.

Akan tetapi mereka menolak beriman kepada Allah dan tetap memilih menyembah patung dan berhala. Mereka lebih memilih kekafiran dan kesesatan daripada keimanan dan petunjuk, mereka mendustakan Nabi Yunus ‘alaihissalam, mengolok-olok dan menghinanya. Maka Nabi Yunus pun marah kepada kaumnya dan tidak berharap lagi terhadap keimanan mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala pun mewahyukan kepada Yunus untuk memberitahukan kaumnya, bahwa Allah akan mengadzab mereka karena sikap mereka itu setelah berlalu tiga hari. Lalu Nabi Yunus menyampaikan perihal adzab itu kepada kaumnya dan mengancam kaumnya dengan adzab Allah, kemudian ia pergi meninggalkan mereka.
Ketika itu, kaum Yunus telah mengetahui, bahwa Nabi Yunus telah pergi meninggalkan mereka sehingga mereka yakin adzab akan turun dan bahwa Yunus adalah seorang nabi, maka mereka segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kembali kepada-Nya, dan menyesali sikap mereka.
Ketika itu, kaum lelaki, wanita, dan anak-anak menangis karena takut adzab menimpa mereka, dan mereka berdoa dengan suara keras kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar adzab itu diangkat dari mereka. Saat Allah melihat jujurnya taubat mereka, maka Dia menghilangkan adzab itu dari mereka serta menjauhkannya. Allah Ta’ala berfirman,
“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Ketika mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka adzab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (QS. Yunus: 98)
Setelah peristiwa itu, Yunus tetap meninggalkan kampung kaumnya karena marah padahal Allah belum mengizinkannya, maka Yunus pergi ke tepi laut dan menaiki kapal. Pada saat Yunus berada di atas kapal, maka ombak laut menjadi dahsyat, angin menjadi kencang dan membuat kapal menjadi oleng hingga hampir saja tenggelam[1].
Oleh ketika itu, kapal yang ditumpangi membawa barang-barang yang berat, lalu sebagiannya dilempar ke laut untuk meringankan beban. Tetapi ternyata, kapal itu tetap saja oleng hampir  tenggelam, maka para penumpangnya bermusyawarah untuk meringankan beban kapal dengan melempar seseorang ke laut, maka mereka melakukan undian dan ternyata undian itu jatuh kepada diri Yunus, tetapi mereka tidak mau jika Yunus harus terjun ke laut, maka undian pun diulangi lagi, dan ternyata jatuh kepada Yunus lagi, hingga undian itu dilakukan sebanyak tiga kali dan hasilnya tetap sama. Maka Yunus bangkit dan melepas bajunya, kemudian melempar dirinya ke laut.
Pada saat yang bersamaan, Allah telah mengirimkan ikan besar kepadanya dan mengilhamkan kepadanya untuk menelan Yunus dengan tidak merobek dagingnya atau mematahkan tulangnya, maka ikan itu melakukannya. Ia menelan Nabi Yunus ke dalam perutnya tanpa mematahkan tulang dan merobek dagingnya, dan Yunus pun tinggal di perut ikan itu dalam beberapa waktu dan dibawa mengarungi lautan oleh ikan itu. Ketika Yunus mendengar ucapan tasbih dari kerikil di bawah laut, maka di kegelapan itu Yunus berdoa, “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Yunus berada dalam tiga kegelapan; kegelapan perut ikan, kegelapan lautan, dan kegelapan malam. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala,
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.”–Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiyaa’: 87-88)
Para ulama berselisih tentang berapa lama Nabi Yunus tinggal di dalam perut ikan. Menurut Qatadah, tiga hari. Menurut Abu Ja’far ash-Shaadiq, tujuh hari, sedangkan menurut Abu Malik, empat puluh hari. Mujahid berkata dari asy-Sya’bi, “Ia ditelan di waktu duha dan dimuntahkan di waktu sore.”
Wallahu a’lam.
Kemudian Allah memerintahkan ikan itu memuntahkan Yunus ke pinggir pantai, lalu Allah tumbuhkan di sana sebuah pohon sejenis labu yang memiliki daun yang lebat yang dapat menaungi Nabi Yunus dan menjaganya dari panas terik matahari. Allah Ta’ala berfirman,
“Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit.– Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu.” (QS. ash-Shaaffaat: 145-146)

Ilusterasi
Ketika Yunus dimuntahkan dari perut ikan yang keadaannya seperti anak burung yang telanjang dan tidak berambut. Lalu Allah menumbuhkan pohon sejenis labu, dimana ia dapat berteduh dengannya dan makan darinya. Selanjutnya pohon itu kering, lalu Yunus menangis karena keringnya pohon itu. Kemudian Allah berfirman kepadanya, “Apakah kamu menangis karena pohon itu kering. Namun kamu tidak menangis karena seratus ribu orang atau lebih yang ingin engkau binasakan.”
Selanjutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Yunus agar kembali kepada kaumnya untuk memberitahukan mereka, bahwa Allah Ta’ala telah menerima taubat mereka dan telah ridha kepada mereka. Maka Nabi Yunus ‘alaihissalam melaksanakan perintah itu, ia pergi mendatangi kaumnya dan memberitahukan kepada mereka wahyu yang diterimanya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Kaumnya pun telah beriman dan Allah memberikan berkah kepada harta dan anak-anak mereka, sebagaimana yang diterangkan Allah dalam firman-Nya,
“Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih.–Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (QS. ash-Shaaffaat: 147-148)
Allah Subhanahu wa Ta’ala memuji Nabi Yunus ‘ailaihissalam dalam Alquran, Dia berfirman,
“Dan Ismail, Alyasa’, Yunus, dan Luth. Masing-masing Kami lebihkan derajatnya di atas umat (di masanya).” (QS. Al An’aam: 86)
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memuji Nabi Yunus ‘alaihissalam dalam sabdanya,
لاَ يَنْبَغِي لِعَبْدٍ أَنْ يَقُولَ: أَنَا خَيْرٌ مِنْ يُونُسَ بْنِ مَتَّى
Tidak layak bagi seorang hamba mengatakan, “Saya (Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam) lebih baik daripada Yunus bin Mata.” (Muttafaq ‘alaih)
Beliau mengucapkan demikian karena tawadhunya. Ada pula yang berpendapat, bahwa beliau mengucapkan demikian karena sebelumnya tidak mengetahui bahwa dirinya lebih utama di atas para nabi yang lain. Ada pula yang berpendapat, bahwa beliau mengucapkan demikian untuk menghindari adanya sikap orang bodoh yang merendahkan martabat Nabi Yunus karena kisah yang disebutkan dalam Alquran, wallahu a’lam.
Dan tentang doa Nabi Yunus ‘alaihissalam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
دَعْوَةُ ذِي النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
“Doa Dzunnun (Nabi Yunus ‘alaihissalam) ketika di perut ikan adalah “Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang zalim.” Sesungguhnya tidak seorang muslim pun yang berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah akan mengabulkan doanya.” (HR. Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).
Selesai dengan pertolongan Allah dan taufiq-Nya, wa shallallahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.


Read more https://kisahmuslim.com

Kisah Malaikat Harut dan Marut Yang Turun Ke Bumi Untuk Menguji Manusia | Pegawai Muslim

Ilusterasi

Kisah Harut dan Marut sempat diceritakan dalam Alquran, tepatnya surah al- Baqarah ayat 102.

"Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui."

Sejumlah ulama mencoba menafsirkan ayat tersebut. Ada yang berpendapat, Harut dan Marut benar-benar malaikat, tetapi ada pula yang menilai kedua nama itu merupakan orang yang sangat saleh seperti malaikat. Bahkan, ada pendapat mengatakan, Harut dan Marut merupakan orang jahat yang pura-pura saleh seperti malaikat.

Dalam tafsir Ath-Thabari, para ulama mengatakan, Harut dan Marut adalah malaikat. Mereka turun ke dunia untuk menegakkan hukum di tengah manusia, lalu keduanya mengajarkan sihir kepada manusia. Hanya saja ulama lain, seperti al-Qasimi menyatakan, Harut serta Marut adalah dua orang yang menunjukkan kesalehan dan ketakwaan di Babil. Babil merupakan sebuah kota di Irak bekas ibu kota Babilonia Kuno.

Cerita Harut dan Marut memang memiliki banyak versi. Salah satu yang terkenal, yakni keduanya merupakan malaikat yang diutus Allah turun ke Kota Babil. Saat itu warga di sana dili puti kegelisahan sekaligus kesyirikan akibat tersebarnya sihir. Kala itu, Kota yang dipimpin oleh Raja Nebucadnezar tersebut berantakan. Sihir yang menyebar bahkan menimbulkan penyakit serta perceraian suami istri.

Penyebaran sihir berawal saat Raja Nebudcanezar menahan orang-orang Yahudi setelah menyerang Palestina. Ketika sampai di Babil, para tawanan itu mulai memainkan sihir. Mereka lalu membuat warga Babil takut dengan membuat lingkaran besar sebagai lingkaran sihir.

Diutusnya Harut dan Marut untuk mengajarkan sihir kepada warga Babil. Hanya saja bukan untuk berbuat jahat, melainkan hanya untuk menjelaskan hakikat sihir.
Mereka mendatangi warga Babil dan menjalankan tugasnya. Harut dan Marut juga mengingatkan supaya tidak menyalahgunakan sihir yang dipelajari untuk berbuat syirik. "Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu. Maka, sebab itu janganlah kamu kafir," kata Harut Marut.

Keduanya turut mengajarkan warga Babil cara menghilangkan lingkaran besar sihir buatan Yahudi. Setelah tugas selesai, Harut dan Marut kembali ke langit, tetapi warga Babil malah tidak mengikuti peringatan para malaikat tersebut. Warga justru merusak dengan ilmu sihir yang diajarkan. Sampai akhirnya Kota Babil semakin berantakan.

Dalam kisah Israiliyyat atau versi Yahudi, Harut Marut diceritakan secara berbeda. Keduanya dijelaskan sebagai malaikat yang tengah diuji oleh Allah. Hal itu karena malaikat tidak setuju dengan penugasan orang saleh sebagai khalifah di Bumi. Meski orang saleh berbeda dengan manusia biasa. Malaikat berpendapat, jika mereka diberikan nafsu seperti manusia, mereka dapat menahannya lebih baik dari orang saleh. Maka, Allah kemudian menurunkan Harut serta Marut ke Bumi untuk menguji perkataan para malaikat.

Keduanya diberikan hawa nafsu layaknya manusia. Sesampainya di Bumi, Harut dan Marut melihat wanita cantik dan langsung terpesona. Si wanita lalu menawarkan tiga perbuatan kepada Harut dan Marut, yakni pertama, menyembah berhala, kedua, membunuh bayi, serta ketiga, meminum khamar.

Mereka berdua berpikir, menyembah berhala merupakan perbuatan kafir dan membunuh bayi merupakan dosa besar. Akhirnya, mereka memilih meminum khamar. Setelah meminumnya, mereka menjadi mabuk sekaligus kehilangan akal sehingga melakukan berbagai dosa, mulai dari menyembah berhala, membunuh bayi, hingga memperlakukan wanita secara keji.

Atas segala dosanya, sifat kemalaikatan Harut dan Marut pun dicabut. Allah murka dan menggantung keduanya di langit Kota Babil sampai hari kiamat. Sejak digantung, mereka mengajarkan sihir kepada manusia.


Hanya saja, kisah versi Yahudi itu dibantah oleh dalil-dalil tentang ma'shum-nya malaikat. Ahli Tafsir Ibnu Katsir juga menegaskan, cerita Harut dan Marut dari Israiliyat murni berasal dari lisan Yahudi, bukanlah hadis marfuk dari Rasulullah SAW. 

penyunting : Argha Sena
Sumber      : https://khazanah.republika.co.id